KESEHATAN

Pemerintah Kabupaten Kebumen

Kepala Dinas Kesehatan

dr. Hj. YOHANITA RINI KRISTIANI, M.Kes
dr. Hj. YOHANITA RINI KRISTIANI, M.Kes

Categories

  • 0
  • 13
  • 8
  • 266
  • 752
  • 1,491
  • 431,298
  • 583,684
May 2017
M T W T F S S
« Apr    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

GEBRAK GERMAS KABUPATEN KEBUMEN

GERMAS (gerakan Masyarakat Hidup Sehat) adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian, mulai dari proses pembelajaran hingga menuju kemandirian. Germas meliputi kegiatan: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban.

Untuk mendukung program GERMAS ini, Pemerintah Kabupaten Kebumen melakukan kegiatan GEBRAK GERMAS pada tanggal 7 April 2017 di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Gombong. Acara pencanangan ini ditandai dengan pelepasan balon oleh Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah dr. Yuli Prabowo., M.Kes. Dalam sambutannya dipaparkan bahwa untuk tahun 2017 ini difokuskan pada tiga fokus kegiatan yaitu meningkatkan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta cek kesehatan secara teratur.

Kegiatan Gebrak Germas ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri atas Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kebumen, Direktur Rumah Sakit di Wilayah Kabupaten Kebumen. Peserta Pelatihan Keluarga Sehat, dan Kader Kesehatan. Rangkaian acara pada kegiatan ini adalah: Senam Bersama, Makan Sayur dan Buah bersama, Olahraga (Futsal dan Tenis Meja), dan Pemeriksaan Tekanan Darah dan Berat Badan.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen dr. Y. Rini Kristiani., M.Kes saat membacakan sambutan bupati kebumen menyampaikan bahwa tujuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gaya hidup sehat mellaui upaya promotif dan preventif.

Kegiatan Gebrak Germas ini akan dilanjutkan dengan kegiatan sosialisasi Germasi di seluruh wilayah Kabupaten Kebumen.

 

Emi Marfuqoh., S.KM

PENTINGNYA CEK GULA DARAH SEJAK DINI

Tahukah kamu jika cek  gula darah sangat penting dilakukan sejak dini . Hal ini dilakukan  agar kita dapat mengetahui  kadar gula darah di dalam tubuh  normal atau tidak. Salah satu penyakit yang bisa dideteksi sejak dini adalah penyakit diabetes melitus. Apa sih penyakit Diabetes melitus itu?.  Penyakit Diabetes Melitus atau kencing manis merupakan salah satu penyakit yang menyerang tubuh manusia , penyebabnya antara lain karena keturunan atau  gaya hidup yang tidak sehat. Penyakit ini  muncul karena kadar gula yang berlebihan dalam darah sehingga menyebabkan insulin dalam tubuh tidak bekerja dengan baik karena tidak mampu memecah gluskosa

Berikut adalah ciri-ciri  dibetes melitus :

  1. Mudah Merasa Lelah

Ciri awal yang sering diabaikan adalah mudah merasa lelah. Biasanya penderita akan merasa kelelahan jika melakukan berbagai aktivitas fisik.

  1. Sering Buang Air Kecil

Salah satu ciri gejala diabetes yang perlu diperhatikan adalah  poliuri atau sering buang air kecil, apalagi di malam hari. Hal ini disebabkan oleh kadar gula darah yang lebih dari normal.

  1. Sering Merasa Haus

Polidipsi atau sering merasa haus. Kondisi dehidrasi ini membuat orang ingin minum banyak yang berdampak pada banyaknya urine yang keluar

  1. Seing Merasa Lapar

Polifagia adalah kondisi seseorang mengalami rasa lapar berlebihan.Penyebabnya adalah kurangnya insulin untuk memasukkan glukosa ke sel membuat otot dan organ melemah sehingga tubuh kehabisan energi.

  1. Luka yang Tidak Kunjung Sembuh

Bagi Penderita Diabetes jika terdapat luka pada tubuhnya, membutuhkan waktu yang lama untuk kering atau sembuh.

 

Pada dasarnya,jika diabetes bisa dideteksi sejak dini maka penanganan terhadap penderita akan lebih cepat sehingga timbulnya resiko komplikasi dapat dicegah.

Sebelum terlambat lakukan cek gula darah dari sekarang !

 

By: Linda Yanuana F.T.

UPTD Unit Puskesmas Kebumen 2

Peningkatan Kasus Leptospirosis di Kabupaten Kebumen

Bulan Februari 2017 ini, di Wilayah Kabupaten Kebumen terjadi peningkatan kasus Leptospirosis. Tercatat  sejak tanggal 10 Februari s.d. 26 Maret 2017 ada 47 kasus dengan 6 kasus meninggal (CFR : 13,04%). Kasur tersebara di 37 desa dan 16 kecamatan.  Menindaklanjuti adanya peningkatan kasus Leptospirosis tersebut, pada hari Senin tanggal 27 Maret 2017 dilaksanakan Rapat koordinasi penanggulangan leptospirosis yang dilaksanakan di ruang rapat setda dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Rapat Koordinasi ini di hadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kebumen,  Programer Zoonosis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah,  OPD terkait, lintas program terkait,  PMI Kab. Kebumen, dan Rumah Sakit. Dari hasil koordinasi ini dihasilkan Rencana Tindak Lanjut Sebagai Berikut :

  1. Sosialisasi dan penyuluhan oleh seluruh OPD dengan sasaran masing-masing
  2. Deteksi cepat kasus dan tata laksana kasus sesuai standar
  3. Pengendalian populasi tikus

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupatren Kebumen telah melaksanakan beberapa aksi, antara lain :

  1. Penyelidikan epidemiologi dan wawancara terhadap semua kasus,  baik yang hidup maupun meninggal (keluarga) .
  2. Koordinasi  dengan puskesmas dan Rumah Sakit dalam deteksi kasus, tatalaksana  kasus dan pelaporan.
  3. Survey lingkungan untuk identifikasi faktor resiko, sumber dan cara penularan.
  4. Bekerjasama dengan Balai Litbang P2B2 untuk kegiatan penangkapan tikus (Trapping) di desa Sikayu Buayan dan desa Mangli Kuwarasan ( ditemukan 1 ekor tikus positif leptospira) serta pengambilan sampel air di rumah penduduk maupun di sawah.

Faktor resiko yang di duga sebagai penyebab adalah petani dan bertempat di daerah  rawan banjir, Personal hygiene yang kurang baik, tidak menggunakan APD (alat pelindung diri), Luka terbuka ( kulit pecah-pecah,kecocok keong, koreng di kaki) dan banyak terdapat tikus di rumah atau lingkungan tempat tinggal/bekerja.

Rencana Kelanjutan:

  1. Pemantauan kasus terus menerus
  2. Deteksi cepat dan tata laksana kasus sesuai standar
  3. Koordinasi dengan BBVRP untuk pengendalian populasi tikus
  4. Ceramah klinis untuk nakes di RS dan Puskesmas
  5. Sosialisasi ke masyarakat
  6. Rapat koordinasi dengan lintas program dan lintas sektoral.
  7. Pengendalian populasi tikus melibatkan dinas terkait dan PMI

Demikian untuk dapat diketahui.

Emi Marfuqoh, S.KM

GANGGUAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA USIA LANSIA

Dengan meningkatnya usia seseorang maka meningkat pula risiko terjadinya penyakit pada usia lanjut. Lanjut usia atau lansia memang identik dengan mudah terserang penyakit. Salah satu penyakit yang sering diabaikan di usia lanjut adalah penyakit gigi. Radang gusi merupakan penyebab utama hilangnya gigi pada lansia. Mitos yang menyebutkan bahwa hilangnya gigi semakin banyak seiring dengan penuaan tidak benar, karena dengan perawatan yang baik gigi dapat bertahan selama mungkin di rongga mulut.Penyakit di rongga mulut  pada usia lanjut dapat berakibat negatif terhadap kesehatan dan kualitas hidup para lansia secara keseluruhan.

Penyebab gangguan kesehatan gigi dan mulut pada lansia antara lain menurunnya kemampuan untuk merawat kesehatan mulutnya sendiri, serta adanya pergeseran gigi sehingga bertumpuk dan sulit dibersihkan. Gangguan kebersihan mulut dapat menyebabkan bau mulut, mengurangi kemampuan mengecap, penyakit gusi dan kerusakan akar gigi. Tidak hanya itu, kesehatan gigi dan mulut juga berkaitan dengan penyakit lain. Orang yang mengalami gangguan gigi beresiko dua kali lipat mengalami penyakit jantung dan stroke.

Beberapa kondisi yang sering terjadi pada lansia:

 

  1. Kehilangan gigi

Penyebabnya karies dan penyakit periodontal, diabetes, dan kebiasaan merokok. Kehilangan gigi ini juga membuat berkurangan kualitas asupan nutrisi makanan yang diperlukan tubuh dari buah, sayur dan serat. Pastikan gigi yang hilang digantikan dengan gigi tiruan baik cekat maupun lepasan yang sesuai dengan kondisi dan harus terus selalu dijaga kebersihannya.

 

  1. Penyakit Gusi

Penyebabnya adalah  kebersihan rongga mulut yang tidak baik yang bisa diperparah dengan kebiasaan merokok dan penyakit sistemik seperti diabetes maupun jantung. Radang gusi menyebabkan konsumsi diet lunak bertambah sehingga menurunkan aktifitas motorik jaringan mulut. Radang gusi merupakan penyebab utama hilangnya gigi pada lansia.

 

  1. Mulut kering

Mulut kering atau Xerostomia, yaitu kondisi di mana jumlah saliva dalam mulut menurun. Penyebabnya karena penyakit usia lanjut, disfungsi kelenjar ludah, kebiasaan merokok, dan efek samping dari obat. Xerostomia dapat mengakibatkan kelainan pola makan, berkurangnya nutrisi, bicara jadi tidak jelas dan gigi lebih mudah terkena karies.

 

  1. Penyakit periodontal

Penyakit periodontal adalah kondisi di mana penyakit gusi dibiarkan sehingga infeksi akan mejalar ke  jaringan penyangga gigi. Hal ini terjadi karena pada usia lanjut, kepadatan tulang berkurang dan terjadi  proses metabolisme yang berkurang secara fisiologis.

 

Organ di dalam mulut yaitu kelenjar liur pada lansia juga mengalami kemunduran, sama seperti organ tubuh lainnya. Akibatnya produksi air liur berkurang dan mulut menjadi kering. Ditambah lagi dengan penggunaan obat-obatan untuk penyakit lain yang diminum setiap hari oleh lansia. Padahal air liur sangat penting untuk mencegah kerusakan gigi. Normalnya air liur memiliki pH netral, namun saat makan pH akan dengan cepat menjadi asam akibat pemecahan makanan oleh bakteri di mulut. Keasaman ini bertahan sampai 20 menit sebelum berubah kembali menjadi netral. Air liur yang kurang dapat memperlambat kembalinya pH menjadi netral sehingga gigi menjadi lebih cepat rusak.

Tips untuk mengatasi mulut kering yaitu :

  1. Minum air putih yang banyak
  2. Sering berkumur dengan air
  3. Gunakan obat kumur yang tidak mengandung alkohol
  4. Gunakan pelembab bibir
  5. Hindari makanan dan minuman manis
  6. Hindari makanan kering yang asin

 

Cara menjaga kesehatan mulut pada lansia adalah  penggunaan pasta gigi berflorida, perawatan gigi palsu, menjaga kebiasaan makan dan pemeriksaan gigi secara rutin. Lansia sering kali lebih suka mengudap dibanding makan tiga kali sehari. Kudapan terutama yang manis akan meningkatan keasaman di mulut. Oleh karena itu, pada lansia yang kurang produksi air liurnya dianjurkan untuk mengunyah permen karet tanpa gula dan mengurangi kudapan yang manis-manis.

Pada lansia, jaringan gusi mengalami degenerasi sehingga sebagian akar gigi terlihat dan gigi tampak lebih panjang. Bagian akar gigi tidak memiliki jaringan pelindung email sehingga gigi menjadi lebih sensitif terhadap panas dan dingin, serta memperbesar kemungkinan terjadinya kerusakan gigi. Jika terjadi peradangan dan infeksi, maka gigi menjadi mudah tanggal. Radang gusi juga merupakan penyebab terjadinya bau mulut dan dapat menyebabkan abses gusi.

Untuk mencegah kerusakan gigi pada lansia perlu diberi Floride. Permukaan gigi dilapisi oleh kristal yang tersusun oleh kalsium, fosfat dan ion hidroksida. Dalam keadaan asam, zat-zat ini akan terlepas dari permukaan gigi. Menyikat gigi dengan pasta gigi mengandung flouride setiap hari setelah makan akan memulihkan dan membentuk kristal ini kembali. Untuk menghindari gangguan pada gusi dan gigi dapat menggunakan obat kumur secara teratur.

Lansia yang memakai gigi tiruan sebaiknya rutin membersihkan gigi tiruan. Gigi tiruan lepasan harus dilepas pada malam hari dan direndam dalam air. Gigi tiruan harus dikenakan secara pas pada gusi supaya tidak mudah terlepas dan tidak menimbulkan iritasi terus menerus pada mulut. Apabila gigi tiruan sudah tidak nyaman dipakai segera diperbaiki. Pemeriksaan gigi secara rutin harus dilakukan untuk mencegah tanggalnya gigi akibat penyakit gusi yang tidak disadari, walaupun tidak ada lagi gigi asli yang tertinggal.

 

 

drg. Hesti Widajanti

19700517 200701 2 013

Pusk Ambal 1

PENCABUTAN GIGI PADA PASIEN DIABETES MELITUS

Seperti yang telah diketahui, Diabetes Melitus merupakan kelainan serius sebagai agen resiko untuk timbulnya penyakit periodontal dan kelainan patologis rongga mulut yang lain. Untuk itu setiap dokter gigi harus memahami tentang etiologi, implikasi sistemik, kemungkinan timbulnya kelainan yang berhubungan dengan rongga mulut dan penatalaksanaan dental pada pasien ini.

Diabetes Melitus didefinisikan sebagai :

-Meningkatnya jumlah glucose di dalam darah darah dan abnormalitas metabolisme karbohidrat,

Lemak dan protein karena menurunya atau tidak adanya insulin sama sekali.

-Suatu kelainan yang disebabkan oleh kerusakan pancreas yang tidak mampu menghasilkan insulin

sehingga tubuh tidak mampu memetabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Klasifikasi Diabetes Melitus :

  1. Type I – insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM)
  2. Type II – non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM)
  3. Type III – other types of diabetes

Beberapa ahli menyebutkan diabetes mellitus bisa terjadi karena factor genetic, auto imun dan lingkungan. Faktor genetic dan obesitas berperan lebih besar pada DM tipe II, Autoimun dan infeksi (rubella, hepatitis, mumps, CMV) dilaporkan sebagai penyebab DM tipe I. DM tipe II tidak berhubungan dengan kerusakan sel-sel B, tetapi dengan resistensi insulin, merubah sekresi insulin dan meningkatkan produksi glukosa liver. Gestational Diabetes Melitus (GDM) adalah diabetes yang terjadi selama kehamilan. Kadar glukosa normal kembali setelah penderita melahirkan, tetapi penderita GDM ini berpotensi menderita diabetes mellitus type II dan biasanya timbul 5-10 tahun setelah melahirkan.

Gambaran Fisiologis dan Patologis DM

  1. 3 Poli : Poliuri-Polidipsi-Polifagia
  2. Ketoasidosis
  3. Dehidrasi

Komplikasi pencabutan gigi yang mungkin terjadi pada pasien diabetes :

  1. Hipoglikemi
  2. Lamanya penyembuhan luka
  3. Terjadi infeksi

Penatalaksanaan pencabutan gigi pada pasien diabetes

  1. Anamnesis untuk mengetahui pasien diabetes/tidak

-Apakah sering kencing terutama malam hari

-Apakah seing haus, sering lapar

-Riwayat keluarga, ada yang menderita DM /tidak

-Turun/naiknya berat badan secara ekstrim

-Sering terjadi infeksi

-Mudah lelah, sering gatal-gatal

-Riwayat penyembuhan luka yang lama

-Bila pasien wanita dan sudah berkeluarga, riwayat melahirkan bayi yang beratnya tidak wajar (>10 pounds)

-Riwayat penyakit periodontal yang berulang-ulang, gigi goyah, multiple abses, riwayat penyembuhan yang

Lama setelah pencabutan gigi, sindrom mulut kering, kandidiasis, hilangnya sensasi di dalam mulut.

  1. Pasien DM terkontrol, semua tindakan dental bisa dilakukan tanpa perlakuan khusus
  2. Dokter gigi harus mengetahui tipe dan dosis insulin dan obat-obat diabetes yang dikonsumsi pasien
  3. Dokter gigi harus mengetahui riwayat serangan hipoglikemi, tanda-gejala hipoglikemi
  4. Untuk menghindari terjadinya hipoglikemi saat tindakan pencabutan, sebaiknya disesuaikan antara jadwal

pencabutan dengan waktu aktivitas hormone insulin paling tinggi, yaitu bervariasi antara 30 menit hingga

8 jam setelah penyuntikan insulin.

  1. Tekanan emosi dan fisik meningkatkan jumlah sekresi kortisol dan epinefrin yang akan memacu terjadinya

Hiperglikemi. Sebaiknya diberikan pre-treatmen sedation sebelum dilakukan tindakan

  1. Pemberian antibiotic yang adekuat untuk menghindari terjadinya infeksi.
  2. Konsultasi dengan spesialis Penyakit Dalam harus dilakukan bila :
  3. Pasien mempunyai komplikasi DM sistemik
  4. Kadar gula darah tidak terkontrol
  5. Pasien mempunyai infeksi rongga mulut yang akut

 

drg Hesti Widajanti

19700517 200701 2 013

Pusk Ambal 1

Pengumuman Hasil Seleksi Akhir Penerimaan Pegawai Non PNS RSUD Prembun Kabupaten Kebumen Tahun 2016

PENGUMUMAN

Berdasarkan Surat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Nomor: 9509/UN23.14/KS/2016 tanggal 30 September 2016 tentang Hasil Tes Wawancara Penerimaan Tenaga Kerja Non PNS RSUD Prembun Kabupaten Kebumen Tahun 2016. Dengan ini diumumkan bahwa peserta yang lolos seleksi tahap akhir adalah sebagaimana dalam lampiran pengumuman ini. Hasil Seleksi Akhir ini bersifat tetap dan tidak bisa diganggu gugat.

Hasil Seleksi Akhir Penerimaan Pegawai Non PNS RSUD Prembun Kab Kebumen Tahun 2016download

atau di menu DOWNLOAD

PENGUMUMAN HASIL TES KOMPETENSI DASAR

PENGUMUMAN

No : 810/3482/2016

HASIL TES KOMPETENSI DASAR

Berdasarkan Surat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto No : 9168/UN23.14/KS/2016 Tanggal 22 September 2016 tentang Hasil Tes Kompetensi Dasar (TKD) Penerimaan Tenaga Kerja Non PNS RSUD Prembun Kabupaten Kebumen Tahun 2016, dengan ini diumumkan bahwa peserta yang Lolos Tes Kompetensi Dasar dan berhak mengikuti Tes Wawancara adalah sebagai berikut:

Hasil Tes Kemampuan Dasar

atau di menu download

Pengumuman Hasil klarifikasi Berkas dan Desk Berkas Administrasi penerimaan Tenaga Non pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Prembun Kabupaten Kebumen

PENGUMUMAN

NOMOR: 810/3382

Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Nomor 810/3380 tanggal 16 September 2016 tentang Hasil Klarifikasi dan Desk Berkas Administrasi Penerimaan Tenaga Kerja Non Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Prembun Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016, disampaikan tambahan pelamar yang memenuhi syarat Administrasi dan berhak mengikuti Ujian Tulis adalah sebagai berikut:

Pengumuman Hasil klarifikasi Berkas dan Desk Berkas Administrasi penerimaan Tenaga Non pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Prembun Kabupaten Kebumen download

atau di menu Download

PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN PEGAWAI NON PNS RSUD PREMBUN KEBUMEN

PENGUMUMAN

NOMOR 810/3300

Berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen Nomor 810/3290 tanggal 8 september 2016 Tentang Penetapan Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan Tenaga Kerja Non Pegawai Negeri Sipil Rumah Sakit Umum Daerah Prembun Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016, bahwa yang dinyatakan memenuhi syarat Administrasi dan berhak mengikuti Ujian Tulis adalah sebagai berikut:

 PENGUMUMAN SELEKSI ADMINISTRASI PENERIMAAN PEGAWAI NON PNS RSUD PREMBUN

atau dimenu download

1 2 3 7